Gereja Katolik
mengenal Santo dan Santa sebagai gelar suci yang diberikan kepada orang beriman
yang telah berjuang dan membela nilai dan paham hidup untuk mengangkat harkat
dan martabat manusia. Diawali dengan suatu proses penelitian yang panjang dan teliti,
yang disebut Beatifikasi dan Kanonisasi hingga akhirnya disetujui oleh Tahta
Suci, seorang yang telah meninggal dunia dan dianggap martir atau dianggap
kudus maka biasanya Uskup Diosesan yang memprakarsai proses penyelidikan.
Dikenal dengan
istilah kanonisasi, yaitu proses untuk memaklumkan seseorang menjadi
Santo dan Santa sejak tahun 1234 oleh Paus Gregorius IX menetapkan prosedur
untuk menyelidiki hidup calon santa / santo dan kemungkinan adanya mukjizat
yang terjadi dengan perantaraannya.
Pada tahun
1588, Paus Sixtus V mempercayakan kepada Kongregasi Ritus (yang kelak diberi
nama Kongregasi untuk Masalah Santo / Santa) untuk mengawasi keseluruhan
proses. Dimulai dengan Paus Urbanus VIII pada tahun 1634, berbagai Paus telah
merevisi dan memperbaharui ketentuan – ketentuan dan prosedur – prosedur
kanonisasi. “diterjemahkan oleh YESAYA:
www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
Menurut catatan
sejarah Gereja Katolik memulai perayaan untuk semua Martir pada tanggal 13 Mei
609 dan 610, ketika Paus Bonifasius IV mengkonsekrasikan Pantheon di Roma dan
mempersembahkannya kepada Bunda Perawan Maria. Lalu pesta semua orang kudus
dipindah ke tanggal 1 November oleh Paus Gregorius III dalam sebuah oratori di
Basilika Santo Petrus. Dan sejak saat itu Gereja memperingati hari raya semua
Orang Kudus pada hari itu.
Gereja
Katolik meyakini kekudusan hidup mereka dapat menjadi panutan atau teladan bagi
setiap umat beriman dalam memetik nilai – nilai kehidupan yang tentu saja
berhubungan tentang perjuangan hidup.
Para Bapa Gereja,
antara lain St. Cyril dari Yerusalem (313-386) mengajarkan demikian tentang
penghormatan kepada para orang kudus: “Kami menyebutkan mereka yang telah
wafat : pertama - tama para patriarkh, nabi, martir, bahwa melalui doa –
doa dan permohonan mereka, Tuhan akan menerima permohonan kita …. (Catechetical
Lecture 23:9)
Marilah kita serahkan ujud
doa pribadi kita kepada Orang Kudus Allah yang senantiasa berdoa untuk
keselamatan umat manusia. Semoga teladan hidup para Santo dan Santa menjadi
pedoman hidup keseharian kita umat beriman yang masih berziarah di dunia hingga
akhirnya bersatu dalam Kerajaan Bapa di Sorga Mulia.
